Sunday, February 24, 2008

Bagikan Berkat yang Kau Terima

Berkat!! Semua pasti amat senang mendengarnya, apalagi berkat yang berkelimpahan..wah pasti dech langsung pada pasang kuping.. ^_^

Tetapi, apakah benar apabila kita selalu menumpuk berkat dalam diri kita tanpa membagikan pada sesama?

Tuhan memberikan kita berkat yang tiada habisnya, namun apabila kita hanya menumpuknya, akan menjadi suatu kemubaziran. Andaikan saja kita sedang mengisi sebuah bak air. Bila kita menyalakan kran terus menerus, bak itu akan penuh. Terus menerus di isi air, air yang ada dalam bak itu akan meluber ke luar. Air itu menjadi mubazir (terbuang).

Demikian pula berkat yang kita terima, apabila kita hanya menumpuknya, suatu saat akan terjadi kemubaziran.

Namun bagaimana jika bak yang penuh itu membagikan airnya? Air itu akan amat berguna dan tidak terbuang sia-sia.

Berkat kita pun akan menjadi lebih berguna dan tidak mubazir dengan membagikan pada yang benar-benar membutuhkan,

Berkat yang kita bagikan, mungkin hanya seper seratus dari yang kita punya, tetapi seper seratus itu bisa menjadi suatu harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Dan kasih Alah telah dinyatakan atas mereka.

Inget yah temen-temen, apa yang kita perbuat bagi saudara kita yang paling hina, kita perbuat itu kepada Nya.

Tuhan ingin kita menjadi bendahara-bendahara Sorga…

Maukah kita mengemban tugas itu??

Tugas seorang pelayan adalah taat kepada Tuannya. Tugas Tuhan adalah melengkapi para pelayan Nya. Oleh karena itu, sang pelayan tidak perlu takut.

Saturday, February 16, 2008

Rajin Membawa Hidup Berkelimpahan

Amsal 13:4

“Hati si pemalas penih keinginan, tapi sia-sia. Sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.”

Saudara-saudara, Amsal 13:4 mengatakan pada kita bahwa “si pemalas” mungkin memiliki banyak keinginan, namun smuanya adalah sia-sia. Hal inidikarenakan keinginan si pemalas hanya sampai tahap ingin saja tanpa suatu usaha tau perbuatan nyata.

Misalkan saja, seseorang memiliki banyak keinginan, seperti menjadi dokter, insinyur, professor, dll. Namun ia tidak mau melakukan segala sesuatu yang mungkin dapat mendekatkannya pada keinginan itu (karena malas). Apakah keinginan itu bisa tercapai? Tidak. Semua hanyalah menjadi keinginan yang “KOSONG”.

“Kosong” di sini adalah tak menghasilkan apapun, bahkan tak menghasilkan suatu perbuatan menjangkau keinginan itu.

Sedangkan dibagian lain, ditekankan,orang yang rajin diberi kelimpahan.

Lihatlah, orang yang rajin akan diberi segala kelimpahan.

“Rajin” di sini diasumsikan: berusaha mengejar impiannya. Yang ingin menjadi dokter, ia rajin belajar untuk menggapai impian itu. Setelah memenuhi berbagai criteria, ia bisa menjadi dokter dan akan memberikan dia kebahagiaan yang ia inginkan.

Jadi, jika kita ingin hidup yang berlimpah, janganlah jadi seorang yang pemalas! Rajinlah! Kejarlah cita-citamu! Pergunakanlah semua itu untuk memuliakan Tuhan.

Amien.

Friday, February 15, 2008

Sebuah Kesaksian

Shallom temen-temen…

Ini bener-bener sebuah kejadian yang amat mengejutkan dan amat membawa dampak yang besar banget buat aku secara pribadi. Betapa dahsyatnya Tuhan melakukan suatu perkara yang tak pernah terpikirkan.

Kisahnya dimulai ketika aku mulai tergoda untuk menjalani model kehidupanku yang lama (dugem). Padahal sudah lama sekali aku ga pernah dugem dan hal-hal semacam itu. Karena aku sadar kalo aku pingin melayani Tuhan dengan seutuhnya.. tapi godaan yang paling menakutkan, karena ada statu kejadian, aku seolah diarahkan untuk menjalani kehidupanku dulu. Dan memang, malam itu aku menginjakkan kaki ku lagi ke dunia malam setelah sedemikian lama aku tidak pernah dugem lagi.

Dalam benak aku berpikir “Wah….Yoan si Baby H----S (salah satu cafĂ© di Jogja) bakal lahir kembali nich, setelah sekian lama mati suri” bahkan itu seperti menjadi bahan candaan ku… saat itu aku masih bisa bercanda…hingga pada waktunya, Tuhan seperti mencelikkan mataku...

Ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 00.45WIB dan aku baru berangkat dari kost ku untuk menuju ke cafe tersebut. Dalam perjalanan menuju ke cafe itu masih banyak candaanku seperti yang tadi aku ceritakan. Tapi bener-bener dahsyat karya Nya..

Sejenak aku bener-bener terhenyak shock ketika aku membuka pintu masuk cafe tersebut...

Gimana ga shock, pemandangan yang aku lihat bener-bener beda banget ama apa yang ada dalam harapanku..

Cafe yang dulu nya sebegitu ramainya, saat kami datang, bisa begitu sepi nya. Entah apa sebenarnya yang terjadi. Padahal dilihat dari event yang ada, harusnya hari itu ramai banget. Tapi kenapa??kenapa bisa se sepi itu?

Sampai sekarang aja, jujur aja aku masih belum habis pikir tentang alasan pada hari itu kenapa bisa se sepi itu.

Waktu masuk pertama kali, kami berharap bisa “membawa” cewek club untuk bersenang-senang. Namun ketika sampai di dalam cafe tersebut, aku bener-bener ga berkutik dan hanya bisa duduk termenung di sofa cafe sambil sesekali menegak minuman yang memang sudah terbeli.

Saat itu yang bisa aku lakuin hanya marah dan marah ke pelayan cafe tersebut kenapa bisa sepi sekali..

Namun ketika sedang duduk termenung, terbesit suatu permenungan...

“Apakah Tuhan ga mau aku dugem?”

Ya mungkin temen-temen ngrasa aku ke Ge Er an ama Tuhan..tapi jujur aja aku bener-bener ngerasa kayak gini..

Tuhan kasih ku masuk cafe itu untuk nyadarin aku kalo Tuhan ga pingin aku dugem lagi.

Seolah dari kejadian ini, aku ngerasa apa yang dah diserahin ama God, God juga akan jaga buat ga ilang..

Jujur aja, baru kali ini aku bener-bener ngerasa kalo God tuch anggap aku ni berharga buat Dia. Meskipun aku ini Cuma seorang yoan yang terlalu banyak pelanggarannya, tapi skarang aku yakin banget kalo aku ni berharga bagi Dia.

Bukan cuma aku..tapi kita semua. Hidup kita semua berharga bagi Dia. So seperti apapun kita, God ga ingin kita ilang. Temen-temen pasti pernah denger lagu “Hidupmu Berharga Bagi Allah” khan? Dulu aku ngerasa lagu ini ga pas and cuma enak aja di dengerin..

Tapi skarang...aku ingin ngucapin...

“Ya Tuhan! Ini aku anak Mu. Pakailah aku sesuai dengan rencana Mu. Bentuklah Aku sesuai dengan apa yang Engkau mau. Biarlah hidupku ini menjadi sebuah persembahan untuk Mu, dan dalam setiap tindakanku selalu memancarkan kasih Mu bagi sesama ku. Aku sadar bahwa begitu banyaknya pelanggaran yang telah kulakukan...Tuhan, ampunilah segala kelakuanku yang tak berkenan di hati Mu. Ijinkan aku menjadi perpanjangan tangan Mu di dunia yang semakin kacau ini. Biar seluruh bumi mengerti akan kasih Mu yang begitu melimpah. Aku percaya, rencana Mu adalah jauh melebihi rencana kami yang paling sempurna sekalipun. Maka, terjadilah sesuai dengan kehendak Mu. Amien”

Persatuan dengan Allah dalam Hidup di Hadirat Allah

Allah menginginkan kita semua anak-anak Nya memiliki suatu hubungan yang konkrit dengan Allah dalam suatu doa dan kontemplasi.

Sarana sederhana dan mendalam memupuk hubungan pribadi dengan Allah, yaitu dengan cara “hidup di hadirat Allah” atai sering dikatakan “Vacare Deo” (Spiritualitas Karmel)

Dasar dari hidup di hadirat Allah ini sendiri ialah suatu kesadaran akan kehadiran Allah dalam lubuk jiwa kita yang terdalam.

Dengan hidup di hadirat Allah, sikap batin kita akan selalu terarah pada Allah.

Luk. 12:34

“dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada”

Dengan menjadikan Yesus sebagai harta kita, dan menjadikan Nya pusat kehidupan kita, dengan sendirinya hati kita selalu terarah pada Dia.

Korelasi yang terjadi, berarti kita hidup dalam hadirat Allah.

Hidup di hadirat Allah = Sikap batin selalu terarah pada Allah.

Dengan iman, kita dapat mengenal Allah.

Dengan kasih, kita dapat mengasihi Allah.

Dengan harapan, kita didorong untuk lebih mengenal dan mengasihi Allah.

Dalam bahasa yang lain,

Bila hidup di hadirat Allah ini dihayati dalam iman, harapan, dan kasih, itu merupakan jalan pendek dalam menuju persatuan dengan Allah.

Semakin intensif kita hidup di hadirat Allah, semakin dalam ersatuan kita dengan Allah.

Sumber:

Menggereja ‘ala’ KTM

Pertapaan Shanti Bhuana

Jawa Barat - Indonesia