Allah menginginkan kita semua anak-anak Nya memiliki suatu hubungan yang konkrit dengan Allah dalam suatu doa dan kontemplasi.
Sarana sederhana dan mendalam memupuk hubungan pribadi dengan Allah, yaitu dengan cara “hidup di hadirat Allah” atai sering dikatakan “Vacare Deo” (Spiritualitas Karmel)
Dasar dari hidup di hadirat Allah ini sendiri ialah suatu kesadaran akan kehadiran Allah dalam lubuk jiwa kita yang terdalam.
Dengan hidup di hadirat Allah, sikap batin kita akan selalu terarah pada Allah.
Luk. 12:34
“dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada”
Dengan menjadikan Yesus sebagai harta kita, dan menjadikan Nya pusat kehidupan kita, dengan sendirinya hati kita selalu terarah pada Dia.
Korelasi yang terjadi, berarti kita hidup dalam hadirat Allah.
Hidup di hadirat Allah = Sikap batin selalu terarah pada Allah.
Dengan iman, kita dapat mengenal Allah.
Dengan kasih, kita dapat mengasihi Allah.
Dengan harapan, kita didorong untuk lebih mengenal dan mengasihi Allah.
Dalam bahasa yang lain,
Bila hidup di hadirat Allah ini dihayati dalam iman, harapan, dan kasih, itu merupakan jalan pendek dalam menuju persatuan dengan Allah.
Semakin intensif kita hidup di hadirat Allah, semakin dalam ersatuan kita dengan Allah.
Sumber:
Menggereja ‘ala’ KTM
Pertapaan Shanti Bhuana
Jawa Barat - Indonesia
No comments:
Post a Comment